Home / Keuangan / 7 Cara Menghitung Diskon dan Rumus Hitung Yang Benar

7 Cara Menghitung Diskon dan Rumus Hitung Yang Benar

/

Cara Menghitung Diskon – Ada banyak sekali cara untuk bisa menghibur diri salah satunya adalah dengan kita belanja. Yah, belaja merupaka suatu kegiatan yang cukup mengasikan karena selain kita bisa melihat koleksi-koleksi barang yang terbaru dan terupdate kita juga bisa memiliki barang yang kita inginkan dengan harga diskon. Akan tetapi tidak semua tempat biasanya menawarkan diskon pada produk yang sedang di jual melainkan di departement store atau mal-mal besar.

Umumnya di departement store ada promo khusus yang dihadirkan setiap minggunya untuk merchant tertentu agar lebih menarik para pengunjung agar membelinya. Lalu sebenarnya apa itu diskon dan bagaimana sih cara menghitung diskon yang benar? Untuk itu sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hal-hal yang perlu di ketahui dalam diskon, ada sebaiknya kita kenali terlebih dahulu apa itu diskon.

Diskon atau yang juga bisa kita sebut rabat atau korting umumnya di gunakan para penjual atau perusahaan yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari para calon konsumennya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, diskon sendiri bisa diartikan potongan harga. Namun jika di lihat dari sudut pandang keuangan diskon merupakan potongan bunga bagi nasabah yang meminjam uang di beberpa tempat seperti halnya di Bank.

Dalam pelaksanannya besaran diskon biasanya di nyatakan dalam bentuk persentase dan jarang dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang atau rupiah. Dan pada umumnya, diskon yang di berikan setiap perusahaan adalah 10%, 20%, 30%, 50%, dan 70%. Namun tidak hanya itu saja ternyata ada banyak sekali jenis diskon yang biasanya digunakan, dan agar anda tidak salah kaprah dalam mengartikan beberapa jenis diskon, sebaiknya ketahui cara menghitung diskon yang baik dan benar untuk tiap-tiap jenisnya yang akan kami sampaikan dibawah ini.

Tips Cara Menghitung Diskon dan Rumus Hitungnya

Cara Menghitung Diskon
Cara Menghitung Diskon

1. Diskon …%  Atau …% Off

Pernah kan anda melihat di beberpa departement store atau yang perusahaan lain yang menawarkan diskon dengan tulisan “Diskon …% atau …% OFF”. Jika pernah maka biasanya model diskon seperti ini bisa langsung kita hitung diluar kepala tanpa harus menggunakan rumus yang sulit. Untuk cara menghitung diskon model ini adalah:

Rumus : Harga Awal – (Diskon/100) x harga = Harga jadi

Contohnya, semisal ada blouse atau produk berharga 300 ribu rupiah dengan bertuliskan Diskon 40% atau 40% Off, maka keuntungan yang akan kita peroleh adalah 300 Ribu – (40% x 300 Ribu) = 300 Ribu – 120 Ribu = 180 ribu rupiah. Nah itulah cara menghitung diskon apabila anda suatu saat menemui promo diskon seperti kami tuliskan diatas.

2. Diskon …% + …%

Jenis diskon selanjutnya juga bisa di katakan cukup menarik perhatian karena pada umumnya jenis diskon ini menuliskan 2 potongan sekaligus. Semisal ketika anda berada pada suatu tempat perbelanjaan dan melihat baju dengan kualitas bagus serta bertuliskan “Diskon 50% + 20%” itu bukan berarti anda bisa membeli baju tersebut dengan potongan diskon sejumlah 70% akan tetapi harga awal dikurang 50% dan hasilnya di kurang lagi 20%. Untuk cara menghitung diskon seperti ini begini rumusnya.

Rumus : Harga Awal – 50% = Hasil – 20% = Harga Jadi

Contohnya, semisal ada baju dengan harga Rp 300 Ribu Rupiah bertuliskan Diskon 50% + 20% maka anda tinggal gunakan saja rumus diatas yang mana hasinya akan menjadi 300 Ribu – 50% = 300 Ribu – 150 Ribu = 150 Ribu, setelah itu hasil yang didapat tinggal anda kurangi saja 20% jadinya 150 Ribu – 20% = 150 Ribu – 30 Ribu = Rp 120 Ribu. Jadi harga akhir setelah di diskon adalah 120 ribu rupiah.

3. Buy … Get … Free

Selanjutnya ada juga promo yang bertuliskan “Buy … Get … Free” promo ini biasanya menjadi salah satu cara pamungkas untuk sebagian besar departement store mendapatkan keuntungan yang banyak karena dengan adanya tulisan tersebut banyak orang yang begitu tertarik. Adapun untuk cara menghitung diskon yang satu ini juga begitu mudah dan simple, untuk rumusnya adalah,

Rumus : Harga Awal x Jumlah Barang yang Didapat – Total Harga Barang Tersebut dengan Harga yang Wajib Dibayar

Contohnya, ketika anda bepergian ke sebuah mal dan melihat sebuah produk dengan harga 300 Ribu namun diatasnya terdapat tulisan Buy 1 Get 1 Free maka sebenarnya anda sama saja membeli dua barang sekaligus dengan harga yang sama dengan pembayaran seharga 1 barang saja. Lalu bagaimana ketika kita menjumpai Buy 3 Get 2 Free? Begini cara menghitung diskonnya.

Kita hanya perlu menjumlahkan total harga barang semisal harga awalnya adalah 200 Ribu maka, 200 Ribu x 3 = 600 Ribu. Dengan membayar 600 Ribu tersebut maka otomatis anda akan mendapatkan 5 jenis barang dengan nilai 5 x 200 Ribu = 1 juta rupiah. Dengan melihat cara menghitung diskon diatas, maka anda sama saja mendapatkan keuntungan seharga 400 Ribu rupia.

4. Promo Cashback

Selain jenis promo diatas, ada juga jenis promo lain yang cukup menggirukan diantaranya adalah “Promo Cashback”. Promo ini sebenarnya adalah bentuk promosi yang biasanya dianggap sebagian besar orang akan mendapatkan uang tunai ketika membeli suatu barang. Namun sebenarnya promo ini biasanya diberikan dalam bentuk voucher.

Contohnya, ketika anda menemui promo bertuliskan setiap belanja mimimum 100 ribu, anda akan mendapatkan cashback senilai 500 ribu rupiah. Sebenarnya cashback yang akan kita terima biasanya dalam bentuk voucher, atau bahkan bisa juga dalam bentuk poin yang nantinya akan bisa kita tukarkan dengan produk atau jenis barang lainnya.

5. Diskon … Untuk Pembelian Berikutnya

Ada juga diskon yang bertuliskan “Diskon 50% untuk PembelianBerikutnya” kasus ini biasanya juga cukup menarik perhatian banyak orang. Namun ada baiknya sebelum anda menggunakannya ketahuilah terlebih dahulu cara menghitung diskon untuk jenis diskon yang satu ini. Adapun rumus penghitngannya adalah sebagai berikut,

Rumus : Hitung berapa besar diskon yang akan anda dapatkan dari kedua barang lalu cari persentasenya jika dibandingkan dengan keseluruhan nilai barang yang akan anda dapatkan.

Contohnya, ada sebuah tas dengan harga 300 Ribu diskon 50% untuk pembelian berikutnya untuk harga yang sama. Maka keuntungan yang akan kita dapatkan adalah,

Pembelian pertama = 300 Ribu, pembelian kedua = (50/100) x 300 Ribu = 150 Ribu, maka total uang yang di keluarkan adalah 300 ribu + 150 Ribu = 450 Ribu Rupiah. Jadi apabila untuk membeli dua barang tersebut secara langsung anda harus mengeluarkan uang sejumlah 600 ribu rupiah, maka keuntungan yang anda dapatkan setidaknya adlaah 150 ribu rupiah atau sama saja dengan 25%.

6. Discount Up To …% All Item

Ketika melihat jenis diskon ini biasanya mata kita akan langsung gelap mata karena anda menganggap diskon yang di tawarkan cukup besar semisal ada dompet bertuliskan “Dicount Up To 70% All Item” Maka diskon yang akan anda dapatkan bukan berarti 70% melainkan diskon yang akan didapat maksimal hingga 70% karena ada kata-kata “Up To”.

Dengan adanya kata-kata Up To tersebut sebenarya tidak menunjuk kepada semua barang, melainkan hanya ada 1 atau dua barang saja yang akan didiskon hinga 70%. Jadi sebaiknya kenalilah jenis-jenis dikson serta cara menghitung diskon agar anda tidak kecewa ketika anda membeli sebuah barang kebutuhan.

7. Hitung Cermat Sebelum Membayar

Dan yang terakhir yang perlu anda perhatikan adanlah hitung cermat sebelum membayar karena untuk saat ini banyak pedagang yang sudah lebih kreatif dalam memberikan promo untuk setiap produk yang mereka jual. Terkadang dalam satu bentuk promosi yang menggiurkan belum tentu akan memberikan keuntungan yang lebih apabila kita hitung dengan teliti. Maka dari itu cara menghitung diskon pun harus kita pahami terutama dalam bentuk persentasenya.

Nah itulah kiranya informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga informasi ini bisa menjadi referensi bagi anda yang mungkin selalu gelap mata ketika anda melihat tulisan Diskon besar. Sebagai referensi lain simak juga cara cek saldo asuransi car yang sebelumnya sudah kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat.

This div height required for enabling the sticky sidebar