Home / Keuangan / 22 Cara Menghitung Meteran Listrik Pasca Bayar 2020

22 Cara Menghitung Meteran Listrik Pasca Bayar 2020

/

Cara Menghitung Meteran Listrik Pasca Bayar – Terkadang dalam hal penggunaan listrik kita sering tidak kontrol, maka alhasil pada tagihan bulan depan kita mungkin akan kaget dengan total biaya tagihan lisitrik tersebut. Maka dari itu irit-iritlah dalam penggunaan listrik agar tagihan tidak melonjak.

Agar tidak terjadi hal demikian maka kalian harus rajin mencari informasi mengenai cara menghitung meteran listrik pasca bayar yang benar. Pendekatan ini bukan hanya dikira-kira saja, akan tetapi dengan perhitungan pasti berdasarkan dengan jumlah watt yang telah kita gunakan dalam sehari-hari.

Jika kita sudah menemukan cara menghitung tarif listrik dengan benar, maka kita tidak perlu khawatir akan biaya tagihan listrik selanjuntya karena kita sudah tahu berapa yang akan kita keluarkan. Disisi lain, dengan perhitungan ini tentu akan membuat kita lebih hemat dan berhati-hati dalam membeli perabotan elektronik untuk rumah kita.

Pada pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai cara menghitung meteran listrik pasca bayar. Daripada penasaran lebih baik langsung saja kita simak ulasan mendalam mengenai cara menghitung tarif listrik  yang telah kami siapkan berikut ini.

Cara Menghitung Meteran Listrik Pasca Bayar

Cara Menghitung Meteran Listrik Pasca Bayar

Cara Menghitung Tarif Meteran Listrik

Untuk mengetahi berapa tarif listrik rumah kita, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Lebih jelasnya langsung saja kita simak uraiannya berikut ini.

Ketahui Golongan Tarif Listrik Rumah Terlebih Dahulu

Mengetahui batas daya listrik ini sangatlah penting karena dari sana kita dapat mengetahui serta menentukan golongan tarif listrik. Kalian tentu sudah tahu apa saja tingkatan-tingkatan daya listrik untuk konsumen masyarakat.

Yakni mulai dari 450 VA, 900 VA, 2.200 VA, 4.400 VA dan 6.600VA keatas, lalu mana golongan listrik yang kalian gunakan? Perlu kalian ketahui juga bahwa setiap golongan tersebut memiliki tarif yang berbeda-beda. Lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

  • Golongan 900 VA non subsidi dikenai tarif listrik sebesar Rp 1.352,00 per kWh.
  • Golongan 1.300 VA – 6.600 dikenai tarif listrik sebesar Rp 1.467,28 per kWh.
  • Dan bagi rumah yang menggunakan daya 2.200 VA maka akan dikenai tarif listrik sebesar Rp 1.467,28.

Informasi diatas dapat kalian pahami dan pelajari agar mudah dalam menghitung tarif listrik yang akan dikeluarkan disetiap bulannya.

Cek Semua Perabotan Elektronik

Setelah kita sudah mengetahui dengan jelas golongan listrik yang kita gunakan, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengecek semua perabotan elektronik yang ada di rumah kita. Kalian dapat mencatat setiap perabotan tersebut dan catat konsumsi listrik masing-masing agar mudah menghitungnya, simak berikut contohnya:

  • 10 lampu (LED), 5 lampu dengan daya 5 watt, 5 lampu 10 watt
  • 3 unit AC ½ PK dengan daya 400 watt
  • 1 unit LED TV 43 inci dengan daya 75 watt, 1 unit LED TV 24 inci dengan daya 35 watt
  • 1 set sound system dengan daya 10 watt
  • 1 setrika listrik dengan daya 350 watt
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt
  • 1 unit pompa air dengan daya 200 watt
  • 1 unit rice cooker dengan daya sekina watt.

Nah setelah kita mencatat berapa konsumsi masing-masing perabotan yang menyedot listrik, mari kita ilustrasikan berapa lama perangkat itu bakal dinyalakan. Perabot seperti kulkas memang harus menyala setiap hari, namun AC dan lampu biasanya akan dimatikan jika sedang tidak digunakan.

Kemudian rice cooker dan pompa air juga demikian, biasanya dinyalakan ketika menanak nasi dan menyedot air. Mesin cuci dan strika juga demikian, digunakan pada saat dibutuhkan saja. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penghitungannya berikut ini.

Estimasi Konsumsi Tarif Listrik

  • 10 lampu dinyalakan biasanya mulai pukul 18.00-06.00 (12 jam). Maka total daya dari lampu dalam satu hari adalah (5 x 5 watt x 12 jam) + (5 x 10 watt x 12 jam) = 900 watt.
  • 3 unit AC yang dipasang ketika dinyalakan ketika waktunya tidur. Semisal dinyalakan pada pukul 21.00 hingga 05.00 atau 8 jam. Maka total daya dari penggunaan AC dalam sehari adalah 3 x 400 x 8 = 9.600 watt.
  • LED TV (24 inci) di kamar menyala maksimal 4 jam sehari, konsumsi dayanya dalam sehari adalah 35 watt x 4 jam = 140 watt.
  • LED TV lain yang berada di ruang keluarga (43 inci) bisa dinyalakan agak lama, rata-rata bisa sampai 6-7 jam sehari. Perhitungan konsumsi dayanya 75 watt x 6 jam = 450 watt.
  • Setrika listrik biasanya dipakai selama 2 jam, maka konsumsi dayanya 350 x 2 = 700 watt.
  • Kulkas, tentunya menyala selama 24 jam, jadi konsumsi dayanya 300 x 24 = 7.200 watt.
  • Mesin cuci yang dipakai selama dua jam sehari. Maka dayanya 350 x 2 = 700 watt.
  • Pompa air dipakai 2 kali sehari, rata-rata 2 jam, konsumsi dayanya 200 x 4 = 400 watt.
  • Rice cooker untuk memasak pagi, 350 watt x 1 = 350 watt. Penghangat baru dipasang kalau akan makan malam, sekitar 1/2 jam 77 watt x 1/2 = 38,5 watt.

Hitung Pengeluaran Tarif Listrik dalam 1 Hari

Nah setelah kita mengetahui berapa konsumsi listrik masing-masing perbaotan, maka selanjutnya kita akan menghitung konsumsi daya listrik dengan cara berikut ini:

  • 900 watt + 9.600 watt + 140 watt + 450 watt + 700 watt + 7.200 watt + 700 watt + 400 watt + 350 watt + 38,5 watt=20.475,5 watt untuk pemakain sehari.

Ada beberapa hal yang perlu kalian ingat disini, bahwa hitungan tarif listrik yakni dengan menggunakan satuan kWh per jam. Nah untuk mendapatkan satuan kWh, maka 20.475,5 watt : 1.000 = 20,475 kWh. Kemudian kalian dapat kalikan dengan tarif dasar listrik per golongan. Jika per kWh adalah Rp 1.467,28, maka tarif listrik dalam seharinya adalah 20,475 kWh x Rp 1.467,28 = Rp 30.004,256.

Apabila dalam satu hari pengeluaran tarif listrik sebesar itu, maka tagihan yang harus kalian bayar di setiap bulannya adalah Rp 30.004,256 x 30 hari = Rp 901.276,7.

Namun itu semua dengan catatan jika perabotan benar-benar aktif dalam yang waktu yang tertera diatas. Apabila AC menyala hingga 10n jam atau mungkin setrika menyala hingga 3 jam, maka perhitungannya juga tentu berubah. Maka dari itu berhati-hatilah dapat hal pemakaian listrik agar tidak kaget nantinya.

Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapa bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Jangan lupa juga untuk membaca artikel lain yang telah myjourney.id sampaikan mengenai cara daftar listrik gratis di postingan sebelumnya.

This div height required for enabling the sticky sidebar